Kekambuhan GERD selama perjalanan mudik dapat dipicu oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah kebiasaan makan yang terburu-buru saat sahur atau berbuka di perjalanan.
Selain itu, konsumsi makanan pedas, berlemak, atau minuman berkafein secara berlebihan juga dapat memperparah kondisi. Duduk terlalu lama selama perjalanan juga menjadi pemicu karena meningkatkan tekanan pada perut sehingga mendorong asam lambung naik ke kerongkongan.
Tak hanya itu, stres dan kelelahan selama perjalanan juga dapat memperburuk gejala GERD.
Jika gejala GERD muncul saat perjalanan dan seseorang masih menjalankan puasa, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk meredakan keluhan.
Pertama, longgarkan pakaian yang menekan area perut seperti ikat pinggang atau pakaian yang terlalu ketat. Tekanan pada perut dapat memperburuk aliran balik asam lambung.
Kedua, atur posisi duduk agar tetap tegak. Hindari posisi membungkuk atau meringkuk karena dapat meningkatkan tekanan pada lambung. Jika memungkinkan, sandarkan punggung dengan posisi kepala dan dada lebih tinggi dari perut untuk membantu menahan asam lambung agar tidak naik.