Waspada Epidermolysis Bullosa, Kelainan Kulit Langka yang Melepuh dan Kering

Vien Dimyati
Mengenal Epidermolysis Bullosa (Foto: Almirall)

Perlu diketahui, sebagian besar pasien EB memiliki permasalahan gizi/nutrisi, yang sangat berperan penting dalam keberhasilan penyembuhan luka. Penyakit ini memerlukan penanganan secara komprehensif dari ahli gizi, termasuk juga tatalaksana bedah dan fisioterapi yang diperlukan setelah penyembuhan akibat  kelainan bentuk organ tubuh yang akan menyebabkan terjadi gangguan gerak.

Dokter Niken Trisnowati mengatakan, kelainan klinis lain yang dapat terjadi pada pasien EB adalah penyempitan di saluran cerna dan nafas, kurang darah, gangguan tumbuh kembang dan kanker kulit. 

Adapun jenis epidermolysis bullosa adalah EB simpleks, EB junctional, EB distrofik dan sindroma Kindler.

"Penyembuhan EB bersifat suportif, dengan tujuan pengobatan luka, pencegahan terjadinya trauma mekanik, pencegahan infeksi dan mengatasi komplikasi yang terjadi," kata dr Niken.

Sementara itu, dr. Inne Arline Diana, mengatakan, prinsip perawatan luka yaitu dengan melakukan penilaian luas luka, jenis luka akut dan kronis, kedalaman luka, banyaknya cairan atau tidak. 

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jerawat Tak Kunjung Hilang? Dokter Ungkap Masalahnya Bisa dari Usus!

57 tahun lalu

Minum Kolagen tapi Kulit Tetap Kusam? Ternyata Ini Penyebabnya!

57 tahun lalu

Begadang Jadi Biang Kerok Penuaan Dini pada Gen Z, Faktanya Mengejutkan!

57 tahun lalu

Fenomena Gen Z Muka Boros Jadi Sorotan, Dokter Ungkap Penyebab Utamanya

57 tahun lalu

Memasuki Usia 30 Tahun, Ini Perlu Diperhatikan Wanita agar Kulit Tak Cepat Keriput

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal