"Metode inovatif, termasuk vaksinasi, hadir sebagai pelengkap untuk memperkuat upaya-upaya tersebut sehingga pencegahan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh," ujarnya.
Vaksin yang digunakan telah dipasarkan di Indonesia lebih dari tiga tahun dan direkomendasikan asosiasi medis untuk anak maupun dewasa.
Lebih lanjut, penanggung jawab nasional pemantauan aktif vaksinasi dengue, Prof Sri Rezeki Hadinegoro, menyebut program ini merupakan bagian dari pemantauan multinegara yang juga dilakukan di Thailand dan Malaysia.
"Pemantauan aktif ini bertujuan memperkuat upaya perlindungan terhadap dengue melalui pendekatan yang lebih menyeluruh dan berbasis pemantauan kesehatan jangka panjang," ujarnya.
Di Indonesia, program berlangsung di tiga kota, yaitu Jakarta, Palembang, dan Banjarmasin, selama tiga tahun. Anak yang divaksin maupun tidak divaksin tetap dipantau untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai kesehatan di wilayah dengan beban dengue tinggi.
Prof Sri menegaskan, vaksinasi dengue terbukti aman dan efektif dalam mencegah penyakit infeksi berbahaya.
"Orang tua menerima dengan baik dan vaksinasi yang diberikan pada anak-anak aman. Oleh karena itu hasil dari pemantauan aktif ini sangat dinantikan sebagai dasar pemberian vaksinasi dengue dalam program nasional untuk menyongsong ‘Zero dengue death’ di tahun 2030, atau paling tidak kami dapat menurunkan 50% kematian dan 25% angka kejadian dengue," paparnya.