JAKARTA, iNews.id - Memasuki usia 30-an dan 40-an sering kali dianggap sebagai masa keemasan. Karier sedang menanjak, kematangan emosional terbentuk, dan gaya hidup rasanya sedang aktif-aktifnya. Namun, ada satu hal yang sering kali tidak bisa berbohong: tubuh kita.
Pernahkah Anda merasa lutut tiba-tiba berbunyi "kretek" saat menaiki tangga kantor? Atau punggung bawah dan persendian terasa kaku setelah duduk berjam-jam di depan laptop? Jika ya, Anda tidak sendirian. Sayangnya, banyak orang di usia produktif mengabaikan sinyal ini karena menganggap masalah sendi adalah "penyakit orang tua".
Inilah saatnya kita membongkar mitos tersebut dan melihat mengapa nutrisi persendian sangat relevan untuk Anda yang berada di rentang usia 30 hingga 40 tahun.
Keausan sendi tidak terjadi dalam semalam tapi proses degenerasi tulang rawan (cartilage) sebenarnya sudah dimulai sejak usia 30-an, dipercepat oleh dua gaya hidup yang sangat umum terjadi pada usia produktif:
Duduk diam menatap layar komputer selama 8 hingga 10 jam sehari membuat otot penyangga sendi melemah. Kurangnya pergerakan juga membuat cairan sinovial (pelumas sendi) tidak terdistribusi dengan baik, sehingga sendi menjadi kaku dan rentan meradang saat dipaksa bergerak tiba-tiba.