JAKARTA, iNews.id - Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat berbasis bahan alami terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Produk herbal dan wellness kini tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan mulai menjadi bagian dari pilihan utama dalam perawatan kesehatan sehari-hari.
Perubahan ini sejalan dengan tren global yang semakin mengarah pada pendekatan kesehatan yang lebih alami dan preventif. Kementerian Perindustrian sebelumnya mencatat bahwa pergeseran preferensi konsumen dunia ke produk berbasis herbal turut mendorong pertumbuhan industri kosmetik dan obat tradisional, termasuk di Indonesia.
Sementara itu, BPOM dalam Indonesia Wellness Festival 2025 menyebutkan bahwa nilai ekonomi industri wellness global telah mencapai sekitar USD7 triliun. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar yang terus berkembang, terutama di sektor yang berkaitan dengan kesehatan holistik dan bahan alami.
Di tengah meningkatnya minat tersebut, sejumlah pelaku industri lokal ikut merasakan perubahan pola konsumsi masyarakat. Produk berbasis herbal kini semakin mudah ditemukan dan mulai masuk ke berbagai segmen kebutuhan, mulai dari perawatan tubuh hingga gaya hidup wellness sehari-hari.
Disampaikan Founder & CEO Sanga Sanga, Riva Effrianti, perubahan tren ini juga diikuti dengan meningkatnya tuntutan terhadap kualitas dan kepercayaan konsumen.
"Di industri herbal, tantangannya bukan hanya menghadirkan produk, tetapi juga menjaga kualitas, memenuhi regulasi, dan membangun edukasi kepada masyarakat. Itu proses yang tidak instan," ujar Riva di Bali, dalam keterangan resminya, Jumat (15/5/2026).