Penelitian lain yang dipublikasikan oleh Indonesian Journal of Community Health Nursing juga mendukung temuan tersebut. Dalam studi tersebut, terapi akupresur yang dilakukan selama tiga hari berturut-turut menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang bermakna secara statistik.
Efek ini diyakini berasal dari kemampuan akupresur dalam merangsang sistem saraf parasimpatis, menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol, dan memperbaiki sirkulasi darah.
Selain itu, tinjauan sistematis dari Universitas Hasanuddin menyimpulkan bahwa akupresur dapat menjadi terapi komplementer yang efektif untuk hipertensi, terutama jika dikombinasikan dengan gaya hidup sehat. Meskipun belum menjadi pengobatan utama, akupresur diakui sebagai pendekatan non-invasif yang aman dan bermanfaat.
Berikut adalah titik-titik akupresur yang umum digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah:
Lakukan pijatan ini dalam kondisi tubuh rileks, seperti setelah mandi atau sebelum tidur. Konsistensi adalah kunci—terapi ini sebaiknya dilakukan 1–2 kali sehari untuk hasil optimal.
Titik akupresur hipertensi menawarkan pendekatan sederhana dan alami untuk membantu mengontrol tekanan darah tinggi. Dengan teknik pijat yang mudah dilakukan sendiri di rumah, terapi ini bisa menjadi bagian dari rutinitas harian yang menenangkan dan menyehatkan. Bukti ilmiah telah menunjukkan bahwa akupresur mampu menurunkan tekanan darah secara signifikan, menjadikannya pilihan terapi pelengkap yang layak dipertimbangkan.