Lebih mengkhawatirkan, anak yang terlalu sering berinteraksi dengan layar bisa menunjukkan gejala mirip autisme.
"Kontak matanya kurang, interaksinya minim, karena dia terbiasa berinteraksi dengan layar, bukan dengan orang," jelasnya.
Tak hanya bahasa, perkembangan motorik anak juga bisa terganggu. Anak yang terlalu sering menonton cenderung kurang terlatih menggunakan tangan untuk aktivitas sederhana seperti memegang krayon.
"Di usia 18 bulan harusnya anak mulai pegang pensil atau krayon. Tapi kalau kebanyakan nonton, dia nggak terbiasa," katanya.
Selain itu, paparan konten visual yang terlalu 'meriah' justru bisa menumpulkan rasa penasaran anak terhadap dunia nyata.