Menariknya, spons yang rajin dibersihkan ternyata belum tentu lebih aman digunakan. Dia menjelaskan proses membersihkan spons justru bisa membunuh bakteri yang lebih lemah, sementara bakteri yang lebih kuat mampu bertahan hidup.
“Sederhananya pas kita bersihin spons, malah sebenarnya kita lagi menyeleksi bakteri paling bandel untuk bertahan hidup,” katanya.
Karena itu, dr Adam menyarankan agar spons cuci piring diganti secara rutin. Bila memungkinkan, spons sebaiknya diganti setiap satu minggu sekali untuk meminimalkan penumpukan bakteri.
Selain rutin mengganti spons, masyarakat juga diimbau tidak menyimpan spons dalam kondisi lembap setelah dipakai. Kebiasaan tersebut dinilai dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan membuat spons semakin kotor.
Menjaga kebersihan spons cuci piring menjadi langkah sederhana namun penting untuk membantu menjaga kebersihan dapur dan kesehatan keluarga.