Data yang diperoleh kemudian dianalisis oleh algoritma berbasis AI yang telah dilatih menggunakan ribuan data pasien dari berbagai latar belakang. Hasilnya, alat ini mampu mendeteksi apakah jaringan tersebut normal atau mengarah ke kondisi prakanker maupun kanker secara real time.
Keunggulan lain dari TruScreen adalah prosesnya yang tidak memerlukan pengambilan sampel jaringan seperti pada pap smear. Hal ini membuat prosedur menjadi lebih nyaman bagi pasien.
Selain itu, teknologi ini juga tidak membutuhkan fasilitas laboratorium yang kompleks. Artinya, skrining bisa dilakukan lebih cepat dan praktis, bahkan di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas.
Dengan hasil yang langsung diketahui, pasien juga tidak perlu menunggu lama atau berisiko kehilangan tindak lanjut karena keterlambatan hasil pemeriksaan.
Secara global, TruScreen memiliki tingkat sensitivitas sekitar 89 persen dan spesifisitas sekitar 87 persen dalam mendeteksi kanker serviks.