“Misalnya, tidur bareng atau tinggal serumah dengan penderita, atau misalnya juga penggunaan barang pribadi seperti misalnya handuk, seprai, atau baju yang dipakai secara bersamaan,” ujarnya.
Mudah menular di lingkungan rumah, dr Aditya menegaskan bahwa pengobatan tidak cukup hanya diberikan kepada penderita. Seluruh penghuni rumah perlu mendapatkan terapi, meskipun belum mengalami keluhan gatal atau ruam pada kulit.
“Karena penelitian klinis menunjukkan bahwa kombinasi terapi topikal dan pengobatan seluruh kontak serumah ini bisa meningkatkan angka kesembuhan itu secara signifikan,” katanya.
Untuk mengatasi Skabies, pasien biasanya diberikan krim anti parasit seperti Permethrin 5 persen. Krim tersebut dioleskan ke seluruh tubuh mulai dari leher hingga kaki dan didiamkan selama delapan hingga 12 jam sebelum dibersihkan.
“Lalu ini diulang sesuai anjuran, biasanya kurang lebih 7 hari. Dalam beberapa kasus, itu bisa ditambah obat minum seperti misalnya ivermectin atau ada tambahan obat lain sesuai dengan kondisi tubuh pasiennya,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gatal yang tidak biasa. Menurutnya, Skabies bukan disebabkan oleh tubuh yang kotor, melainkan karena penularan dari orang yang sudah terinfeksi.
“Jadi kalau kamu atau orang sekitar kamu mulai gatal enggak wajar, jangan ditunda. Karena skabies itu bukan soal bersih atau kotornya, tapi soal penularannya,” kata dr Aditya.