JAKARTA, iNews.id - Figur publik Reza Arap didiagnosis major depressive disorder. Gegara penyakit itu, dia memutuskan untuk pamit dari live streaming Marapthon season 3.
Keputusan itu dipilih agar kesehatan mental Reza Arap pulih kembali. Makanya, dia menjauh dari lingkungan sosial yang dapat memicu perasaan depresi, termasuk teman-temanya.
Menjadi pertanyaan sekarang, apa sebetulnya major depressive disorder? Benarkah itu berbeda dengan sedih biasa?
Major Depressive Disorder (MDD) adalah gangguan kesehatan mental serius yang dikenal juga sebagai depresi mayor. Kondisi ini ditandai dengan perasaan sedih yang sangat mendalam, kehilangan minat pada aktivitas, dan perubahan emosi maupun fisik yang berlangsung setidaknya dua minggu atau lebih serta mengganggu kehidupan sehari-hari.
Dalam dunia medis, MDD diklasifikasikan sebagai salah satu bentuk gangguan suasana hati (mood disorder).
Seseorang bisa didiagnosis mengalami MDD jika mengalami beberapa gejala berikut secara terus-menerus:
- Perasaan sedih, kosong, atau putus asa hampir setiap hari
- Kehilangan minat atau kesenangan pada aktivitas yang sebelumnya disukai
- Perubahan nafsu makan (bisa meningkat atau menurun drastis)
- Gangguan tidur (insomnia atau tidur berlebihan)
- Kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari
- Sulit berkonsentrasi atau mengambil keputusan
- Merasa tidak berharga atau rasa bersalah berlebihan
- Perubahan gerakan tubuh (lebih lambat atau gelisah)
- Muncul pikiran tentang kematian atau bunuh diri
Diagnosis biasanya ditegakkan oleh psikiater atau psikolog klinis melalui wawancara dan evaluasi psikologis. Jadi, tidak boleh mendiagnosis diri sendiri hanya berdasarkan membaca gejala-gejala di atas.