"Produk lokal Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar. Namun untuk dapat bersaing hingga pasar internasional, UMKM perlu membangun kualitas, legalitas, inovasi, dan konsistensi secara serius," ujar Riva dalam keterangan resminya, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, perubahan perilaku konsumen membuat produk herbal kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai obat tradisional. Masyarakat modern mulai melihat produk berbahan alami sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan kebutuhan wellness sehari-hari.
Karena itu, banyak brand herbal mulai melakukan transformasi bisnis dengan memperluas pengembangan produk ke sektor beauty, relaxation, hingga lifestyle agar lebih relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Transformasi tersebut juga terlihat dari cara pemasaran produk herbal yang kini semakin modern. Pemanfaatan marketplace, media sosial, digital campaign, hingga kerja sama dengan retail modern membuat produk herbal lebih mudah menjangkau konsumen muda.
Tak hanya dari sisi pemasaran, tampilan produk juga ikut berubah. Kemasan yang lebih premium dan modern dinilai membantu mengubah stigma lama bahwa produk herbal hanya identik dengan pasar tradisional.