"Kognitifnya terganggu, mental dan kelakuannya juga, itu satu tempat yang sama. Kalau orang dewasa berdampak stroke, kalau pada anak yang masih masa tumbuh kembang kemudian bisa menyebabkan gangguan mental dan tingkah laku, IQnya jadi rendah dari biasanya," ujar dia.
Lantas bagaimana cara mengatasi agar anak tidak terpapar polusi udara? Dokter Darmawan menyarankan untuk menjaga lingkungan dimulai dari rumah terlebih dahulu. Hindari hal-hal yang menyebabkan polusi di dalam rumah, seperti asap rokok, vape, dan juga asap masakan.
"Asap masakan sangat berpengaruh menyebabkan polusi. Tapi kan ada alat penghisap asap, bisa gunakan itu kalau memang merasa menggunakan alat masak listrik terlalu mahal," kata dia.
Kemudian, beri anak dan remaja makanan yang sehat. Hindari juga junk food atau makanan cepat saji karena itu juga termasuk polutan.
"Kalau polusi udara indoor dan outdoor masuk melalui respiratory kalau junk food masuk melalui saluran cerna. Hindari masuknya polutan dari jalur apapun," kata dr Darmawan.