Perlu diketahui, GERD bisa terjadi akibat hernia hiatus. Adanya kondisi hernia hiatus ini yang membuat LES tidak berfungsi dengan baik. GERD juga berisiko tinggi pada kelompok individu obesitas, ibu hamil, pengosongan lambung yang tertunda (gastroparesis), penyakit jaringan ikat seperti rheumatoid arthritis, scleroderma atau lupus.
Mereka yang merokok aktif, makan dan minum dalam jumlah banyak, gemar mengonsumsi cokelat, kopi, dan alkohol, makan sebelum tidur, pun konsumsi obat tertentu seperti aspirin bisa memicu terjadinya GERD.
Menjadi pertanyaan sekarang, apakah GERD mematikan?
Dijelaskan di laman Cleveland Clinic, GERD itu sendiri tidak mengancam nyawa atau mematikan. Tetapi, GERD jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius yang bisa mengancam nyawa, meliputi:
1. Esofagitis
Ini adalah iritasi dan peradangan yang disebabkan oleh asam lambung pada lapisan kerongkongan. Esofagtis dapat menyebabkan borok di kerongkongan hingga kesulitan menelan.
2. Barrett's esophagus
Ini adalah komplikasi dari GERD jangka panjang. Barrett's esophagus berisiko tinggi kanker kerongkongan, karena terjadi kerusakan serius di kerongkongan akibat asam yang naik ketika GERD terjadi.