Namun dr Adam menilai gaya hidup modern menjadi faktor utama yang memicu peningkatan kasus penyakit jantung pada generasi muda. Misalnya kebiasaan sehari-hari seperti kurang bergerak, begadang, konsumsi makanan ultra-proses, hingga kebiasaan merokok.
“Kombinasi kecanggihan teknologi dan kehidupan perkotaan cenderung memicu kebiasaan malas gerak,” ujarnya.
Selain itu, dr Adam juga mencontohkan pola hidup seperti terlalu sering menggunakan layanan pesan antar makanan, bekerja dari rumah tanpa aktivitas fisik cukup, hingga kebiasaan scroll media sosial sampai larut malam ikut berdampak pada kesehatan jantung.
“Jantung kita yang menanggung akumulasi pilihan-pilihan ini diam-diam selama bertahun-tahun,” katanya.
Selain itu, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi juga disebut menjadi faktor risiko yang kini banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Sebab itu, dr Adam mengingatkan masyarakat untuk mulai mengubah persepsi penyakit jantung hanya menyerang orang tua.
“Kalau kalian masih muda dan merasa ‘jantung itu penyakit orang tua’, maka saatnya mengubah persepsi tersebut karena data bilang sebaliknya,” ujarnya.
Dia mengimbau masyarakat rutin memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kolesterol serta mulai memperbaiki pola hidup sejak dini.