Senada dengan Rudiansyah, dr Ursula Penny Putrikrisilia yang merupakan Dokter & Direktur RS Harapan Sehat, Bumiayu, Brebes, menambahkan bahwa varian delta plus Varian delta memiliki kecepatan penularan yang lebih cepat dibandingan varian sebelumnya. Sekarang ada varian delta plus sama saja dengan varian delta biasa. Perbedaannya hanya mutasi bentuknya saja. Untuk mencegahnya, yang paling penting adalah melakukan protokol kesehatan.
“Mau apapun jenis variannya, yang paling penting itu adalah vaksin dahulu. Jangan pilih-pilih vaksin? Jangan takut untuk vaksin, karena para tenaga kesehatan dengan siap sedia membantu KIPI yang ringan, sedang atau berat sampai dua minggu pascavaksin. Kami ada pencatatan dan evaluasi,” kata dr Ursula.
Dia menambahkan, setiap orang yang sudah divaksinasi biasanya termonitor dari aplikasi. Semua data monitoring akan disubmit ke pemerintah untuk dievaluasi.
Jadi, kalau kajian KIPI berat kurang dari 1/10.000, berarti ada reaksi yang tidak semua orang akan rasakan. Kalau KIPI berat, bisa ditangani kegawatdaruratan, dan biasanya timbul 30 menit-1jam pasca vaksin. KIPI ringan-sedang, bisa diatasi via konsultasi lewat WhatsApp sambil dipantau keluhan dan gejala.
“Jadi tidak usah khwatir untuk vaksin. Atau takut setelah vaksin akan merasakan efek. Kami petugas kesehatan selalu siap sedia memonitor orang-orang yang sudah divaksin,” kata dr Ursula yang merupakan alumni Beswan Djarum sebagai penerima program Djarum Beasiswa Plus, Bakti Pendidikan Djarum Foundation.