JAKARTA, iNews.id - Penyandang diabetes perlu mewaspadai retinopati diabetik, salah satu komplikasi yang dapat merusak retina mata dan menyebabkan gangguan penglihatan. Kondisi ini sering terlambat terdeteksi karena tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Perwakilan Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor dr Muhammad Bayu Sasongko, M.Epid., Ph.D., Sp.M mengatakan retinopati diabetik dapat berkembang secara perlahan tanpa disadari pasien. Karena itu, skrining mata secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi kerusakan retina sejak dini.
"Alasan paling kuat kenapa harus skrining adalah karena di fase awal ini tanpa gejala. Jadi pasien diabetes itu secara teori setelah lima tahun sudah muncul tanda retinopati awal, yang itu tanpa gejala. Pandangan masih normal, enggak ada gejala apa-apa. Namun ini akan berprogres," katanya dalam Forum Jurnalis Kesehatan Roche Indonesia bersama Kementerian Kesehatan, Senin (20/7/2026).
Dia menjelaskan, jika retinopati diabetik tidak terdeteksi dan kadar gula darah tidak terkontrol, kerusakan pada retina akan terus berkembang. Seiring waktu, kualitas penglihatan akan menurun meski perubahan yang terjadi sering kali sangat halus.
Menurut Prof. Bayu, penurunan penglihatan akibat retinopati diabetik tidak selalu berupa pandangan yang langsung buram. Penderita bisa merasakan cahaya terlihat lebih redup atau kesulitan membedakan warna tanpa menyadari penyebabnya.