PB IDI Tegaskan Ukuran Celana Tidak Bisa Jadi Indikator Panjang-Pendek Umur Seseorang

Achmad Al Fiqri
Ilustrasi ukuran celana yang dianggap berkolerasi dengan risiko kematian. (Foto: Freepik)

"Kelemahan BMI tidak bisa menilai apakah berat badan berlebih itu karena masa otot yang berlebih atau lemak? BMI nggak bisa. BMI juga tidak bisa menilai lemak di dalam darah, lemak jahat itu nggak bisa menilai," paparnya.

Atas dasar itu, Budi menilai pernyataan Menkes soal ukuran celana di atas 33 lebih cepat meninggal dunia terlalu berlebihan. Pasalnya, banyak faktor yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.

"Pernyataan ukuran celana di atas 33 cepat menghadap Allah SWT itu terlalu berlebihan, karena faktornya banyak sekali. Banyak, orang kurus yang ukuran celananya 27-28 tapi dia hipertensi atau diabetes, juga meninggal. Yang orang kurus olahragawan meninggal mendadak juga banyak," tegasnya.

"Jadi, untuk menilai orang sehat atau tidak, tidak hanya itu (ukuran celana). Kenapa dia nggak sekaligus ukuran baju? Tapi saya sangat memahami, insinyur Budi itu orang awam," pungkasnya.

Bahaya Punya Perut Buncit

Pria dengan perut buncit memiliki risiko masalah kesehatan yang kompleks. Menurut Dokter Djaja Surya Atmadja, perut buncit itu salah satu tanda kemungkinan sindrom metabolik.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
14 jam lalu

Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Mewah Jaksel, Polisi: Tak Ada Keterlibatan Pihak Lain

17 jam lalu

Viral SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh 2 Tahun, Pramono: Saya Baru Tahu Ketika Viral

1 hari lalu

Reza Arap Nekat Jadi Sutradara Tanpa Pengalaman, Langsung Garap Film Horor!

2 hari lalu

Apes! Drake Kalah Taruhan Rp26,9 Miliar usai Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal