Vaksin generasi terdahulu menggunakan vaksin hidup, dan diberikan satu kali. Namun, pada vaksin generasi baru, merupakan recombinant zoster vaccine, menggunakan spike dari virus itu.
"Jadi hanya pucuknya saja diambil dan dibuat jadi vaksin, lalu ditambah zat adjuvant yang akan meningkatkan respon imun," jelas dr Joyce.
Penambahan zat adjuvant juga memperkuat vaksin, sehingga perlindungan vaksin bisa bertahan lebih lama. Sejauh ini, menurut penelitian, vaksin bisa melindungi pasien hingga 11 tahun.
"Penelitiannya masih terus berlanjut. Diharapkan perlindungan vaksin bisa lebih lama dari dari 11 tahun," ujar dr Joyce.
Dia melanjutkan, karena vaksin Herpes Zoster generasi baru tidak mengandung virus yang utuh atau hidup, vaksin ini aman diberikan kepada mereka dengan kondisi immunocompromised seperti yang dialami pasien kanker, orang dengan HIV/AIDS, dan mereka yang pasca menjalani transplantasi organ. Dengan syarat, vaksin diberikan saat pasien dalam kondisi sehat atau stabil.
Namun karena bukan merupakan vaksin hidup, maka vaksin harus diberikan dalam dua dosis (dalam dua kali pemberian), dengan jarak antar dosis yaitu 2 – 6 bulan.