Para Ahli Kumpul di Konferensi Kesehatan Asia Pasifik 2025, Ini yang Dibahas

Dani M Dahwilani
Para ahli kumpul dalam Konferensi Kesehatan Asia Pasifik 2025 di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/6/2025). (Foto: Ilustrasi/Instagram Kemenkes)

“Indonesia masih berada di posisi ketiga tertinggi dalam jumlah perokok di dunia. Konferensi ini menjadi kesempatan kita untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta menyampaikan gambaran komprehensif dari temuan dan penelitian terbaru tentang merokok dan strategi harm reduction,” kata Prof Amaliya.

Profesor Riccardo Polosa dari Universitas Catania, Italia, menyampaikan sinergi antara berhenti merokok dan strategi harm reduction tidak bisa dipisahkan dalam upaya melindungi kesehatan publik. Dia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin untuk mempercepat pencapaian tujuan bersama, yakni mengurangi angka kematian akibat rokok.

“Perlu digarisbawahi bahwa upaya berhenti merokok dan harm reduction bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan satu kesatuan yang saling terintegrasi. Tidak ada gunanya memperdebatkan hal-hal kecil yang justru menghambat kemajuan kita dalam upaya pengurangan dampak buruk dari merokok. Kita harus bekerja sama karena tujuannya sama, menyelamatkan nyawa dan membantu mereka yang masih merokok,” katanya.

Konferensi Kesehatan Asia Pasifik ini juga memperkenalkan proyek-proyek kolaboratif antara Unpad dan Universitas Catania, termasuk Replica Project. Selain itu, diluncurkan juga program Talent Research Award sebagai upaya memberdayakan peneliti muda dari negara berkembang dalam riset kesehatan global.

“Kami percaya bahwa sains menawarkan solusi nyata. Namun, untuk mengubah sains menjadi dampak nyata bagi masyarakat, kita butuh regulasi yang progresif, kebijakan yang inklusif, dan strategi terpadu yang menyatukan bidang kesehatan, pendidikan, dan inovasi," ujar Prof Polosa.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Anak Susah Naik Berat Badan? Dokter Sarankan Tambahkan Lemak pada MPASI

57 tahun lalu

Apa Itu Lipoma, Benjolan yang Diduga Ada di Bahu Raffi Ahmad?

57 tahun lalu

Raffi Ahmad Ternyata Punya Benjolan di Bahu, Selama Ini Disembunyikan!

57 tahun lalu

Terungkap! Raffi Ahmad Ternyata Operasi Benjolan di Bahu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal