Olahraga Malam Tidak Baik untuk Otak? Ini Kata Dokter

Mei Sada Sirait
Kontroversi olahraga malam. (Foto: Pexels)

JAKARTA, iNews.id - Masih banyak orang yang percaya bahwa olahraga di malam hari bisa berdampak buruk bagi kesehatan, termasuk memengaruhi fungsi otak. Anggapan ini muncul karena olahraga malam disebut dapat meningkatkan hormon kortisol yang dikenal sebagai hormon stres.

Namun, dokter sekaligus edukator kesehatan dr Adam Prabata meluruskan anggapan tersebut. Lewat konten edukasi kesehatan di X, dia menjelaskan bahwa olahraga malam tidak serta-merta membahayakan tubuh maupun otak.

"Olahraga malam hari memang bisa meningkatkan kadar kortisol, yang merupakan respons stres," tulis dr Adam, dikutip Rabu (20/5/2026).

Kortisol merupakan hormon yang berkaitan dengan stres. Jika kadarnya terus tinggi dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berhubungan dengan tekanan darah tinggi, kenaikan berat badan, hingga resistensi insulin. Meski begitu, dr Adam menegaskan olahraga rutin justru memberikan efek positif bagi pengaturan hormon tersebut.

"Olahraga rutin justru menurunkan kadar kortisol secara jangka panjang dan memperbaiki pengaturan kortisol," jelasnya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Health
5 bulan lalu

Jangan Anggap Remeh Olahraga, Ini 5 Dampak Buruk Jika Tubuh Jarang Bergerak

Health
5 bulan lalu

Jaga Kesehatan, Ini 4 Rekomendasi Olahraga saat Libur Nataru

Health
5 bulan lalu

Rutin Olahraga Bisa Cegah Demensia, Ini Penjelasan Dokter!

Health
5 bulan lalu

5 Cara Menjaga Kesehatan Jantung Selain Olahraga, Perhatian Pola Makan Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal