Jika tidak segera ditangani, usus buntu yang meradang berisiko pecah atau mengalami perforasi. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi menyebar ke seluruh rongga perut dan menimbulkan komplikasi serius yang membutuhkan operasi lebih besar.
“Kalau untuk terapinya, penanganan utama adalah operasi pengangkatan usus buntu atau apendektomi atau bisa juga dilakukan dengan operasi terbuka dan bisa juga sekarang laparoskopi yang lebih minimal invasif,” ujar dr Aditya.
Sebab itu, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami nyeri perut yang berpindah ke bagian kanan bawah disertai mual, muntah, atau demam. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih berbahaya.