Lebih lanjut, dr Fiastuti menerangkan bahwa pasien kanker rentan mengalami penurunan berat badan dan kehilangan massa otot atau kaheksia. Kondisi ini dapat dipicu oleh inflamasi akibat kanker, efek samping pengobatan seperti kemoterapi, hingga penurunan nafsu makan karena depresi dan mual.
"Orang normal hanya membutuhkan protein sekitar 0,8 sampai 1,2 gram per kilogram berat badan per hari. Tetapi pasien kanker membutuhkan sekitar 1,2 sampai 1,5 gram, bahkan bisa sampai 2 gram per kilogram berat badan per hari," jelasnya.
Dokter juga menekankan pentingnya protein hewani selama pasien menjalani terapi kanker. Sebab, protein hewani dinilai memiliki kandungan asam amino yang lebih lengkap untuk membantu pembentukan massa otot.
"Selama terapi, pasien dianjurkan sekitar 65 persen proteinnya berasal dari protein hewani," katanya.
Selain protein, pasien kanker juga tetap membutuhkan karbohidrat dan lemak dalam jumlah cukup agar kebutuhan energi tubuh terpenuhi.
Nutrisi yang tepat, kata dr Fiastuti, dapat membantu memperbaiki kualitas hidup, meningkatkan toleransi pengobatan, hingga memperpanjang survival pasien kanker.