Moms, Sebelum Hamil Persiapkan Ini Dulu

Tuty Ocktaviany
Persiapan kehamilan mutlak dilakukan para calon ibu agar menghasilkan anak yang baik dan mengurangi risiko persalinan. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum kehamilan terjadi. Ibarat membangun rumah, diperlukan persiapan yang matang.

Persiapan menjadi penting untuk menekan jumlah angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Persiapan di awal kehamilan juga menurunkan risiko persalinan dan mengoptimalkan pertumbuhan anak ke depannya. Berdasarkan survei penduduk di 2015, angka kematian ibu di Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup.

"Artinya, kalau ada 100.000 ibu melahirkan, 305 ibu meninggal. Apa sebabnya? Hipertensi, keracunan kehamilan, pendarahan, dan infeksi," papar Dokter Ahli Kandungan dan Kebidanan sekaligus spesialis fetomaternal Dr dr Ali Sungkar, SpOG-KFM ditemui di acara Philips HealthTecg Thought Leadership Forum di UOB Plaza, Thamrin, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sepanjang tahun 2014, tercatat angka kematian ibu sebesar 5.048 kasus. Kemudian angka tersebut sempat menurun di tahun 2016 menjadi 4.834 kasus.

Angka kematian bayi juga tak kalah tingginya. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, angka kematian bayi (AKB) mencapai 25,5 kematian setiap 1.000 bayi yang lahir.

"Kematian bayi biasanya disebabkan berat bayi rendah di bawah 2.500 gram, sesak napas, dan infeksi," kata Direktur Kesehatan Keluarga dari Kementerian Kesehatan Dr Eni Gustina, MPH.

Memang banyak hal yang menyebabkan AKI dan AKB tinggi di Indonesia, salah satunya masalah terkait gizi.

"Bukan hanya gizi secara fisik, makan sehat dan lain-lain, tetapi juga gizi mikro, seperti zat besi, folat, dan sebagainya," ucapnya.

Menurut Dr Eni, bukan cuma persiapan fisik secara gizi makro dan mikro saja yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Melainkan, mental dan finansial. "Setiap kehamilan harus dipersiapkan. Siap fisik, siap mental, siap gizi, finansial juga siap," ucapnya.

Sementara menurut dokter Ali Sungkar, persiapan kehamilan dapat dilakukan dari perbaikan gizi sebelum hamil hingga pemeriksaan defisiensi.

"Makro dan mikronutrisi diperbaiki dulu, baru hamil. Lalu, lakukan pemeriksaan defisiensi. Biasanya kebanyakan ibu hamil defisiensi vitamin D, kemudian  defisiensi besi. Zat besi itu paling banyak di daging merah," katanya.

Kekurangan zat besi pada ibu hamil, dapat meningkatkan risiko ibu anemia. Dan anemia tersebut, bisa meningkatkan risiko pendarahan, bayi mengalami anemi dini, hingga kelahiran bayi stunting (tubuh pendek). "Maka, biasanya ibu diberikan Tablet Tambah Darah yang harus diminum 90 kali semasa kehamilan," kata dokter Eni.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
Nasional
3 tahun lalu

Ganjar Terima Penghargaan Satya Lencana Wira Karya, Berhasil Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Nasional
3 tahun lalu

Dosen Unpad Sebut Stunting Ternyata Telah Ditulis dalam Naskah Sunda Kuno, Seperti Apa Isinya?

Health
3 tahun lalu

Kiat Sukses Program Hamil, Pejuang Dua Garis Simak Hal Penting Ini!

Health
3 tahun lalu

Bayi Lahir Prematur Berisiko Stunting, Ketahui Nutrisi yang Dibutuhkan hingga Penanganannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal