Budi juga mencontohkan perbedaan manfaat dari sisi waktu konsumsi. Satu bungkus rokok seharga Rp30 ribu bisa habis hanya dalam satu hari, sementara satu bungkus telur dengan harga sama dapat dikonsumsi seluruh keluarga dan bahkan cukup untuk lebih dari satu hari.
Sebab itu, dia mengimbau para istri bersikap lebih tegas. Dia berharap jatah rokok suami dapat ditukar menjadi jatah gizi yang lebih bermanfaat bagi anak-anak.
Ajakan Menkes tersebut sejalan dengan kampanye gaya hidup sehat yang terus digencarkan Kementerian Kesehatan melalui berbagai program edukasi publik. Dalam banyak kesempatan, Budi Gunadi Sadikin konsisten mengajak masyarakat berhenti merokok dan menggantinya dengan pola konsumsi yang lebih sehat dan bernutrisi.
Dia juga mengingatkan pentingnya mengalokasikan anggaran keluarga untuk pengeluaran yang mendukung kesehatan jangka panjang. Pesan tersebut mendapat respons luas dari warganet di media sosial.
“Ini bapak Menkes terkeren sampai saat ini, ngga hanya melarang kebiasaan buruk, tapi ngasih alternatif solusi dengan budaya yang lebih baik. Keren pak, jangan lelah menginspirasi kami,” tulis @akhn***.
Komentar positif lain juga datang dari akun rinikaida. “Suka sm konten2 edukasinya pak Menkes, menarik,” tulis netizen lainnya.