- Ketelitian fiskal: Budi, yang berpengalaman sebagai mantan bankir senior dan memimpin beberapa BUMN besar, dianggap sesuai dengan kebutuhan WHO yang tengah menuntut reformasi anggaran dan akuntabilitas.
- Reformasi kesehatan besar-besaran: Meski bukan berlatar belakang medis, selama menjabat Menkes dia sukses mempercepat reformasi sistem kesehatan Indonesia, terutama modernisasi layanan digital kesehatan pascapandemi Covid-19.
- Dukungan geopolitik: Sumber-sumber Eropa yang diwawancarai menyebut Budi mendapatkan dukungan kuat dari kekuatan Asia seperti Jepang dan India. Dia juga dinilai kandidat yang bisa menjembatani kepentingan negara-negara Global South dengan tuntutan reformasi dari negara-negara Eropa.
- Harapan keterlibatan AS: Di tengah upaya memulihkan hubungan AS dengan WHO, figur teknokrat seperti Budi dinilai bisa membantu membuka jalan diplomatik yang diperlukan.