JAKARTA, iNews.id – Masih banyak orang yang merasa tetap bugar dan mampu berolahraga berat meski memiliki kebiasaan merokok. Namun, dokter sekaligus influencer kesehatan dr Tirta Mandira Hudhi menegaskan anggapan tersebut tidak berarti rokok tidak berdampak pada kondisi tubuh.
Menurut dr Tirta, seseorang yang mampu berlari cepat atau memiliki tubuh atletis saat masih merokok justru berpotensi memiliki performa yang jauh lebih baik apabila menghentikan kebiasaan tersebut. Dia menilai manfaat olahraga akan lebih optimal ketika tubuh tidak lagi terpapar asap rokok.
“Kalau Anda membanggakan diri bahwa ‘Saya bisa lari kencang padahal saya ngerokok’ what if kalau rokoknya distop? Maka lari Anda akan tambah kencang,” kata dr Tirta, dikutip Kamis (2/7/2026).
Dia menjelaskan, kebiasaan merokok bertentangan dengan upaya menjaga kebugaran tubuh. Pasalnya, asap rokok dapat memengaruhi VO2 Max atau volume maksimal oksigen yang mampu digunakan tubuh saat melakukan aktivitas fisik.
VO2 Max memiliki peran penting dalam menentukan daya tahan, kapasitas paru-paru, hingga performa seseorang saat berolahraga. Jika fungsi tersebut terganggu akibat paparan asap rokok maupun polusi, maka kemampuan paru-paru dalam memasok oksigen ke tubuh juga akan menurun.