"(Sugar craving) Banyak faktornya, bisa jadi ada ketidakseimbangan dari gula darah di dalam tubuh. Lalu, dari faktor psikologis, bisa jadi tubuh ada gangguan pikiran seperti stres atau bad mood, dan lain-lain. Itu bisa memicu pola makan manis yang berlebih," paparnya.
Sementara itu dari faktor fisiologis dapat meningkatkan hormon serotonin dan endorfin yang membuat seseorang merasa bahagia ketika mengonsumsi makanan atau minuman manis.
Namun, tentunya asupan manis ini harus dibatasi agar hormon insulin terjaga. Ketika hormon insulin rusak akibat kadar gula berlebih maka akan timbul penyakit diabetes dan komplikasi pada tubuh.
"Lalu, kalau dari faktor fisiologisnya, ketika kita mengonsumsi gula itu akan meningkatkan hormon serotonin dan juga endorfin. Nah, ketika itu kan rasanya senang, ya, jadi tuh kayak happy," katanya.
Dia menambahkan, "Walaupun kita happy, sebenarnya gula darah meningkat. Ketika gula darah meningkat, itu juga bisa meningkatkan risiko hormon insulin jadi rusak."