2. Timbulnya perilaku agresif
Anak yang melihat langsung kejadian KDRT juga berisiko terbentuk perilaku agresif dalam dirinya. Hal itu karena anak menyimpan memori perilaku kekerasan yang dia lihat langsung yang dilakukan ayah atau ibunya.
"Menyaksikan KDRT di rumah sama saja dengan memasukkan perilaku kekerasan dalam pemikiran anak dalam menghadapi masalah, mengambil keputusan bahkan dalam berinteraksi dengan orang lain," ungkap Winny.
"Pada akhirnya anak lebih banyak terlibat masalah dan kurang dapat meregulasi emosinya dengan lebih tepat," kata Winny menambahkan.
Artinya, ada kemungkinan anak bakal menormalisasi tindak kekerasan atau perilaku negatif lainnya. Itu bisa memicu anak melakukan hal yang dia lihat di rumah kepada anak lain.