Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, juga menyebut pasien sebenarnya telah menunjukkan gejala selama penerbangan repatriasi berlangsung.
Kasus ini menjadi perhatian serius otoritas kesehatan Eropa karena strain Hantavirus yang dikaitkan dengan wabah di MV Hondius diduga memiliki kemampuan penularan antarmanusia. Padahal, Hantavirus umumnya dikenal menyebar melalui tikus atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi.
Sementara itu, otoritas kesehatan Prancis masih terus melakukan pelacakan terhadap warga yang sempat berada dalam jaringan penerbangan terkait klaster kasus tersebut, termasuk penumpang dari rute Saint Helena-Johannesburg dan Johannesburg-Amsterdam.
Di sisi lain, Spanyol menetapkan langkah karantina ketat terhadap para penumpang kapal pesiar itu. Masa isolasi bahkan bisa berlangsung hingga 42 hari berdasarkan hasil koordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan European Center for Disease Prevention and Control (ECDC).
Kasus Hantavirus di MV Hondius kini menjadi sorotan internasional karena dikhawatirkan memicu penyebaran lebih luas di sejumlah negara Eropa.