JAKARTA, iNews.id - Mendeteksi kelainan kesehatan genetik calon bayi sangat penting untuk dilakukan ibu hamil. Selama masa kehamilan, kesehatan ibu dan janin menjadi prioritas utama.
Ada berbagai macam pemeriksaan kesehatan yang biasanya dilakukan ibu hamil, seperti USG, tes gula darah lengkap, dan tes diabetes gestasional. Seiring berkembangnya teknologi medis, saat ini ibu hamil dapat mengetahui potensi kelainan genetik pada janin melalui tes bernama NIPT.
Perlu diketahui, NIPT atau Non-Invasive Prenatal Testing adalah tes skrining yang dapat dilakukan sejak usia kehamilan 10 minggu untuk mendeteksi kelainan kromosom pada janin, seperti down syndrome, patau syndrome, dan edwards syndrome. Kelainan kromosom ini dapat menyebabkan kelainan fisik, seperti bibir sumbing, cacat otak, dan cacat kardiovaskular.
Skrining Dini Kesehatan Genetik Calon Bayi dengan NIPT
Dengan hadirnya teknologi skrining Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT), para calon orang tua dapat
langsung mengecek kesehatan genetik bayi sejak trimester pertama kehamilan. Tes NIPT memiliki beberapa
keunggulan dibandingkan dengan tes skrining lainnya, yaitu, aman dan non-invasif, dengan cara mengambil sampel darah ibu hamil, sehingga tidak menimbulkan risiko bagi ibu dan janin. Keunggulan lainnya memiliki tingkat akurasi tinggi hingga 99 persen dalam mendeteksi kelainan kromosom pada janin.
Tes NIPT juga dapat memberikan berbagai manfaat bagi ibu hamil dan pasangan, antara lain mengetahui potensi kelainan genetik pada janin sejak usia kehamilan dini. Kemudian, mengurangi kecemasan ibu hamil dan pasangan terkait kesehatan janin. Tes ini juga dapat meningkatkan kualitas hidup bayi. Pasangan dapat mempersiapkan diri untuk memberikan perawatan terbaik bagi bayi mereka. Di Indonesia, terdapat beberapa layanan kesehatan yang menawarkan produk layanan tes skrining NIPT dengan keunggulan yang bervariasi. Berikut ulasannya dirangkum pada Senin (25/9/2023).