2. Bahan lembut
Pada umumnya, kulit bayi sangat tipis dan sensitif. Lapisan pelindung kulit bayi masih belum matang dan sangat rapuh, sehingga perlu dilindungi dan diperkuat. Kulit bayi di bawah 2 tahun juga cenderung kering, sehingga perlu terus dijaga kelembapannya sejak lahir. Karena itu, pastikan memilih popok yang berbahan lembut sehingga dapat menyesuaikan dengan kondisi kulit sensitif bayi dan mengurangi gesekan yang dapat menyebabkan iritasi kulit ataupun ruam.
3. Tipis
Meskipun masih belum banyak bergerak, bayi tetap membutuhkan popok yang dapat mendukung kenyamanannya setiap saat. Popok tipis dengan model yang mengikuti postur tubuh dapat membantu proses pertumbuhan si kecil.
Jason Lee, CEO Makuku Indonesia, mengatakan, Makuku memahami 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan masa penting bagi tumbuh kembang bayi dan dia mendukung penuh melalui inovasi yang berbasis kebutuhan ibu dan bayi mulai dari newborn hingga balita.
"Diapers Slim dapat menjawab kebutuhan para ibu dalam menentukan popok untuk si kecil yaitu dengan inti struktur SAP (Super Absorbent Polymer) yang mampu menyerap lebih baik, daya tampung hingga 600 ml, bahan lembut, tipis dengan 1,6 mm serta elastic waist dan struktur 3D," kata Jason Lee.
Dia menambahkan, SAP adalah polimer hidrofilik yang memiliki kemampuan dapat menyerap cairan hingga lebih dari 100 kali lipat dari beratnya sendiri. Inti struktur SAP mampu menyerap cairan lebih optimal dan menguncinya di dalam bahan sampai menjadi padat di dalam sehingga tidak memuai ke luar.
"Cairan akan terserap sepenuhnya sehingga popok tidak lembap, kulit bayi tetap kering, dan terhindar dari risiko ruam popok," kata dia.