"Ini bisa menyebabkan penurunan kontraktilitas, penurunan output jantung, blok AV, bahkan henti jantung," ungkap laporan Medscape, dikutip Senin (18/8/2025).
Selain itu, hipotermia juga dapat mengakibatkan penurunan metabolisme sistem saraf pusat hingga memicu bradikardia, fibrilasi vertikel, dan menurunkan aktivitas sistem pacemaker.
Seseorang yang mengalami hipotermia parah dapat mengalami penurunan frekuensi napas secara progresif. Jika ini terjadi, individu tersebut berisiko alami hiperkapnia dan asidosis respiratorik.
"Bahkan, ketika suhu tubuh sangat rendah, motilitas gastrointestinal melambat yang mana dapat terjadi ileus ringan, nekrosis hati, serta gangguan fungsi ginjal akibat cold diuresis yang meningkatkan kehilangan volume intravaskular," papar laporan PMC.
Pada hipotermia stadium sedang hingga berat, seseorang berisiko mengalami disorientasi dan ini dapat membuat penderita melepas pakaian secara paradoxical undressing.
"Jika itu terjadi, mempercepat kehilangan panas dan meningkatkan risiko kematian," tambah PMC.
Jadi, itu dia penjelasan mengapa hipotermia dapat menyebabkan penderita meninggal dunia. Karenanya, jika seseorang sudah memiliki gejala hipotermia awal seperti badan super dingin, harus segera diberikan pertolongan medis.