"Sudah merupakan bagian dari visi CISC untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kanker dan pentingnya deteksi dini serta menyediakan informasi yang tepat dan terkini tentang kanker," kata Aryanthi Baramuli.
Kampanye 10 Jari ini akan menjadi informasi yang penting dan mudah dipahami serta dapat disebarluaskan ke masyarakat Indonesia.
Sementara itu, penyintas Kanker Ovarium, Shahnaz Haque mengatakan, dia terdiagnosa kanker ovarium pada 1998 ketika usia 26 tahun. Kanker ovarium yang dimilikinya dapat ditangani dengan baik, salah satunya karena terdeteksi sejak dini.
Memerhatikan dan melakukan pengecekan terhadap 10 hal dalam Kampanye 10 Jari merupakan upaya penting agar perempuan Indonesia bebas dari ancaman kematian akibat kanker ovarium.
"Saya mengajak perempuan Indonesia untuk membekali diri dengan informasi dari sumber yang tepercaya, salah satunya dari informasi dalam Kampanye 10 Jari," kata Shahnaz.