Plasenta akreta adalah kondisi ketika plasenta atau ari-ari tumbuh terlalu dalam di dinding rahim. Kondisi ini termasuk dalam gangguan yang disebut retensio plasenta atau plasenta tertahan.
Plasenta yang lengket tetap akan ada di dalam rahim meski ibu hamil sudah melahirkan. Normalnya, plasenta ikut luruh saat persalinan.
Mayo Clinic menerangkan lebih lanjut bahwa ketika plasenta masih tertahan di dalam rahim, itu yang kemudian menyebabkan ibu mengalami kehilangan banyak darah setelah melahirkan.
"Plasenta akreta dianggap sebagai komplikasi kehamilan berisiko tinggi. Jika kondisi ini didiagnosis selama kehamilan, kemungkinan besar ibu akan melahirkan dengan operasi caesar yang diikuti dengan operasi pengangkatan rahim (histerektomi)," ungkap Mayo Clinic.
Menjadi pertanyaan sekarang, apakah ada gejala atau tanda-tanda plasenta lengket di rahim?