Menkes menjelaskan, WHO memang telah mengeluarkan panduan kewaspadaan terkait wabah Ebola yang terjadi di Afrika. Namun, risiko penyebarannya ke negara lain, termasuk Indonesia, masih tergolong rendah.
"WHO sudah memberikan guidance bahwa ini berisiko untuk daerah negara itu (Kongo), tapi berisiko sangat rendah untuk negara-negara lain," ujarnya.
Pemerintah saat ini tetap melakukan pemantauan terhadap pelaku perjalanan yang datang dari wilayah terdampak sebagai langkah antisipasi. Kementerian Kesehatan juga terus mengikuti perkembangan situasi global dan berkoordinasi dengan WHO untuk memastikan kesiapsiagaan apabila terjadi peningkatan risiko.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memperoleh informasi dari sumber resmi. Para ahli menekankan bahwa kewaspadaan tetap penting, namun tidak perlu menimbulkan kepanikan karena karakter penyebaran Ebola berbeda dengan virus pernapasan seperti Covid-19.