Menurut dr Gia, serbuk tersebut dapat memicu alergi, batuk, hidung tersumbat hingga memperburuk kondisi seseorang yang memiliki penyakit asma maupun gangguan paru-paru.
“Jamur ini biasanya tumbuh di tempat yang lembab seperti kamar mandi, dapur, sudut rumah yang ventilasinya kurang atau ruangan yang memang kelembabannya sangat tinggi,” kata dia.
Sebab itu, dr Gia menyarankan masyarakat menjaga kelembaban ruangan dalam taraf ideal, yakni sekitar 40 hingga 60 persen agar jamur seperti black mold tidak mudah tumbuh di rumah.
Selain itu, kondisi tersebut juga dapat didukung dengan ventilasi ruangan yang memadai agar sirkulasi udara tetap lancar dan ruangan tidak terasa lembab.
Sebab itu, dr Gia mengajak masyarakat menjaga kebersihan rumah sekaligus kualitas udara agar hunian menjadi lebih nyaman dan sehat bagi seluruh anggota keluarga.
“Kadang yang mengganggu kesehatan di rumah bukan yang terlihat tapi yang kasat mata. Jadi pastikan rumah bukan cuma bersih tapi juga sehat udaranya. Karena udara rumah sehat, nafas keluarga jauh lebih nyaman,” kata dr Gia.