Implantasi Artificial Heart Assist Device untuk Gagal Jantung, Apa Kata Dokter?

Muhammad Sukardi
Ilustrasi Implantasi Artificial Heart Assist Device untuk pasien gagal jantug. (Foto: Ilustrasi AI)

JAKARTA, iNews.id - Penyakit jantung masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di Indonesia. Masalah gagal jantung bahkan dialami 10 juta orang Indonesia dengan tingkat kematian melampaui 34 persen. 

Risiko kematian akibat gagal jantung meningkat, salah satunya akibat belum optimalnya program implantasi artificial heart assist device. Sementara itu, transplantasi jantung masih jarang dilakukan, karena keterbatasan donasi organ dalam poplulasi mayoritas Muslim. 

Dan terapi yang cukup efektif untuk mencegah kematian pada gagal jantung adalah implantasi artificial heart assist device. Kini, ahli bedah toraks kardiovaskular Indonesia sudah banyak yang berpartisipasi dalam webinar artificial heart assist device yang salah satunya diselenggaraka Indonesia.md dengan dukungan Himpunan Bedah Toraks Kardiovaskular Indonesia (HBTKVI). 

Bahkan, untuk mempercepat peningkatan kompetensi, dr Yan Efrata Sembiring, Wakil Ketua HBTKVI, bersama dr Lim Chong Hee, ahli bedah yang pertama kali melakukan implantasi artificial heart assist device buatan Amerika Serikat di Asia, melakukan pelatihan implantasi perangkat buatan Tiongkok di Fuwai Hospital Beijing, pusat jantung terbesar di dunia, dan Wuhan Asia Heart Hospital, rumah sakit jantung swasta terbesar di Tiongkok.

"Kami sangat antusias menyelamatkan lebih banyak nyawa di Indonesia dengan artificial heart assist device terkecil dan teringan di dunia yang dibuat di Tiongkok. Perangkat ini lebih sesuai untuk anatomi dada orang Asia, lebih terjangkau, dan memiliki daya tahan baterai lebih lama," ujar dr Yan Efrata Sembiring, dalam keterangan resmi yang diterima iNews.id, Jumat (21/11/2025). 

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Budget RS Kardiologi Emirates-Indonesia Rp400 Miliar, Menkes: Jadi Pusat Jantung di Jateng

57 tahun lalu

Cegah TBC, Diabetes, dan Jantung: Gerakan Hidup Sehat Gaungkan Pemerataan Layanan Kesehatan

57 tahun lalu

5 Kebiasaan Sederhana Ini Terbukti Sehatkan Jantung, Cek Sekarang!

57 tahun lalu

Dokter Ungkap Frekuensi Pria Ereksi Pagi Berkaitan dengan Risiko Kematian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal