Mereka ingin agar Meijer berhenti sebagai pendonor sperma. Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Belanda pertama kali memperingatkan donor sperma yang dilakukan Meijer pada 2017. Saat itu, dia telah menjadi ayah dari hampir 102 anak di Belanda setelah menyumbangkan spermanya di 10 klinik.
Meijer pun telah masuk dalam daftar hitam. Dia pun ditolak sejumlah klinik tempat mendonor sperma.
Namun, hal tersebut tak menghentikannya menyumbangkan sperma ke luar negeri seperti Denmark dan Ukraina. Dia menawarkan jasanya melalui situs web dan media sosial.
Eva, salah satu wanita yang melahirkan anak dengan sperma Meijer pada 2018 mengaku kecewa setelah memikirkan konsekuensi tindakan terhadap anaknya. "Jika saya tahu dia telah menjadi ayah lebih dari 100 anak, saya tidak akan pernah memilihnya," ujar Eva.
Banyak ibu yang mendesak Meijer berhenti melakukan tindakan tersebut. Namun, tak ada yang mampu mencegahnya.