Heboh Pil KB Pria Segera Dijual Bebas, Ini Faktanya!

Muhammad Sukardi
Ilustrasi pria muda meminum pil kb pria. (Foto: Ilustrasi AI)

"Di berbagai dosis, kami melihat bioavailabilitas yang baik dan cepat, yang berarti obat tersebut tidak cepat terurai di dalam tubuh," kata Mannowetz. 

Rata-rata, dibutuhkan dua hingga tiga hari agar kadar obat yang tersedia dalam darah berkurang setengahnya. Ini adalah hasil yang menjanjikan yang menunjukkan bahwa pil tersebut mungkin hanya diperlukan sekali sehari jika nantinya terbukti efektif dalam mengurangi sperma. 

Mannowetz memperkirakan bahwa jika obat tersebut akhirnya disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), dosis akhir yang akan tersedia di pasaran kemungkinan akan mendekati dosis yang lebih tinggi yang diuji, yaitu 180 mg, meskipun uji coba lanjutan akan membantu para ilmuwan menentukan dosis optimal yang tepat.

Tim peneliti tidak mencatat adanya efek samping yang merugikan terkait obat tersebut. 

"Keuntungan dari obat kontrasepsi non-hormonal adalah, secara teori, kemungkinan efek samping tertentu seperti perubahan fungsi seksual, libido, atau suasana hati lebih kecil," ujar Mannowetz.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Komisi IX Soroti Aturan Penyediaan Alat Kontrasepsi bagi Siswa: Pemerintah Harus Tinjau Ulang

57 tahun lalu

Cegah Penyebaran Penyakit Infeksi Menular, Kemenkes Sebut Alat Kontrasepsi Penting!

57 tahun lalu

BKKBN Sebut Warga Berpendidikan Tinggi  Enggan Gunakan Alat Kontrasepsi Modern

57 tahun lalu

Percaya Mitos Kontrasepsi Bikin Perempuan Enggan KB, Bagaimana Sih Faktanya?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal