Fenomena Hujan Debu Hitam di Bekasi Berisiko Sebabkan Kanker jika Lambat Diatasi, Ini Penjelasannya

Muhammad Sukardi
Ilustrasi hujan debu hitam di Kaliabang, Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Ilustrasi AI)

Kenapa masalah-masalah kesehatan itu bisa terjadi?

Dokter Dicky menerangkan, debu hitam ini kalau berasal dari hasil pembakaran, maka mengandung fraksi halus seperti pm 2,5 dan pm 10, black carbon, hingga kontaminan organik seperti Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH). 

"Bahkan, debu hitam ini dapat mengandung logam berat seperti Fe, Nikel, atau timbal dan kadmium. Itu semua tergantung dari sumber pembakarannya," ungkap dr Dicky.

"Dan fraksi halus ini bisa menembus jauh ke saluran napas dan darah," tegasnya. 

Karena itu, ketika debu hitam tersebut terhirup masuk ke saluran napas, reaksi yang bisa terjadi umumnya menyebabkan batuk, sesak napas, iritasi mata, hidung, tenggorokan, asma eksaserbasi, dan infeksi saluran pernapasan atas. 

Pada paparan kronis, menyebabkan masalah paru kronik, stroke, penyakit jantung, peningkatan risiko kanker paru terutama kalau di debu hitam itu mengandung PAH. 

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polusi di Tangerang Semakin Parah, Warga Keluhkan Sesak Napas dan Asap Berbau Menyengat

57 tahun lalu

Warga Sindang Jaya Tangerang Keluhkan Polusi Asap, Desak Pemerintah Bertindak!

57 tahun lalu

Pemprov DKI Semprot 4.000 Liter Water Mist di Jalan Protokol untuk Tekan Polusi Udara

57 tahun lalu

Pramono: Atasi Macet, Polusi hingga Banjir di Jakata Tak Bisa Sim Salabim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal