Fakta Tersembunyi di Balik Uap Vape

Royandi Hutasoit
Bahaya vape tidak hanya mengancam penggunanya, tapi juga orang-orang di sekitar. Apa sama dengan rokok. (Foto: iNews)

Hasil uji  lab yang dilakukan terhadap lima merek liquid vape menunjukkan bahwa terdapat kandungan nikotin liquid vape yang lebih besar dibanding yang terkandung dalam tiap batang MR. Namun informasi sebenarnya terkait jumlah kandungan nikotin ini tidak dicantumkan dalam botol liquid vape.

Salah satu merek liquid vape yang diuji, GGS menunjukkan jumlah kandungan 16.08 mg nikotin dalam tiap gram liquid (16.08 mg/g). Dalam kemasannya yang penuh warna, liquid bergambar pria seperti komik dan sedang menyantap anggur ini mencantumkan informasi 3 persen salt nikotin. Tidak ada informasi jumlah kandungan nikotin yang sebenarnya dalam angka pecahan.

Spesialis paru RS Haji Medan, Dr. dr. Sri Rezeki Arbaningsih, Sp.P(K), FCCP menjelaskan, informasi mengenai komposisi dan jumlah kandungan nikotin merupakan satu bentuk informasi yang tersembunyi dari liquid vape. Misalnya, kemasan dibalut dengan warna-warni dan citarasa buah-buahan yang menarik, namun tidak mencantumkan peringatan bahaya seperti rokok tembakau seperti yang diamanatkan dalam PP Nomor 28 tahun 2024. 

"Karena target mereka adalah Gen Z. Perusahaan vape ingin membuat narasi bahwa vape lebih aman dari rokok biasa, tidak membuat kecanduan, dan mendukung gaya hidup anak muda. Padahal faktanya vape jauh lebih berbahaya dibanding rokok biasa," kata Sri, Senin (20/10/2025). 

Sri menjelaskan lebih jauh informasi yang tersembunyi tersebut. Pertama, salt nikotin yang terkandung dalam liquid vape merupakan nikotin yang diekstraksi dari tanaman tembakau dan ditambahkan ke dalam liquid vape sebagai pengganti asupan nikotin yang dibutuhkan perokok biasa (tembakau).  

Salt nikotin punya sifat yang sama dengan nikotin, yakni mengendap dalam kerongkongan hingga paru-paru. Vape menghasilkan asap karena ada cairan yang dipanaskan jadi uap. Ketika jadi asap, vape mengeluarkan TAR dan karbon monoksida (CO). Ketika pemanasan terjadi, maka akan menghasilkan logam berat yang bisa terhirup dan masuk ke kerongkongan, dan bahkan jatuh ke paru-paru.

Kedua, liquid vape mengandung perisa atau formaldehida. Perisa itu, menurut Sri, juga berbahaya. Ketika dipanaskan dan diisap, akan berubah menjadi partikel yang sangat kecil. Partikel kecil itu kemudian makin jauh jatuhnya atau jangkauannya ke paru-paru, bahkan berpotensi masuk ke pembuluh darah. 

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Health
3 bulan lalu

Yayasan Kanker Indonesia Bantah Rokok Tak Sebabkan Kematian

Internasional
3 bulan lalu

Maladewa Resmi Larang Rokok Secara Nasional, Berlaku Hari Ini

Nasional
3 bulan lalu

Zat Etomidate di Vape Belum Masuk Golongan Narkoba, Bareskrim: Pemakai Tetap Ditindak

Nasional
3 bulan lalu

Mendikdasmen Singgung Perokok Muda Indonesia Terbesar di Dunia, Ini Upaya yang Dilakukan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal