“Belum lagi pasien-pasien yang memang rutin memerlukan darah seperti pasien talasemia atau pasien kemo, itu kan sering perlu darah,” katanya.
“Kalau kami berharap dari pasien, mungkin tidak akan terpenuhi. Keluarga juga pasti pusing memikirkan stok darah. Makanya kalau memang ada kerja sama seperti ini kami sangat-sangat terbantu sekali,” tambahnya.
Ia pun mengungkapkan bahwa RSCM membutuhkan lebih dari 100 kantong darah setiap harinya. Untuk itu ia berharap program ini dapat terus dilakukan bahkan menjadi inspirasi bagi perusahaan atau komunitas lainnya.
“Perlu diketahui juga bahwa dalam sehari kita butuh lebih dari 100 kantong darah untuk pasien-pasien kita,” ujarnya.