Dokter Ungkap Frekuensi Pria Ereksi Pagi Berkaitan dengan Risiko Kematian

Niko Prayoga
Frekuensi ereksi pada pagi hari ternyata bukan hanya berkaitan dengan kesehatan reproduksi pria. (Foto: Ilustrasi/AI)

JAKARTA, iNews.id - Frekuensi ereksi pada pagi hari ternyata bukan hanya berkaitan dengan kesehatan reproduksi pria. Menurut dokter sekaligus edukator kesehatan, dr Adam Prabata, kondisi tersebut juga dapat menjadi indikator kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk berkaitan dengan risiko kematian.

Melalui unggahan di akun media sosial X, dr Adam mengungkapkan pria yang mulai jarang mengalami ereksi saat bangun tidur perlu lebih waspada. Sebab, kondisi tersebut berdasarkan penelitian ilmiah memiliki hubungan dengan peningkatan risiko kematian.

"Perhatian!! Jarang ereksi di pagi hari berhubungan dengan peningkatan risiko kematian pada laki-laki," tulis dr Adam.

Dia menjelaskan, sebuah penelitian menemukan pria yang jarang mengalami ereksi pagi memiliki risiko kematian 28 persen lebih tinggi dibandingkan pria yang masih rutin mengalami ereksi saat bangun tidur.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata laki-laki yang jarang ereksi di pagi hari memiliki risiko kematian 28 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang masih rutin ereksi," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wajib Tahu! Ini 8 Risiko Operasi Pita Suara seperti Dilakukan Lucinta Luna

57 tahun lalu

Yoghurt Belum Tentu Sehat! Menkes Budi Ungkap Fakta Mengejutkan

57 tahun lalu

Raffi Ahmad Bagikan 3 Kunci Hidup Sehat untuk Anak Muda, Nomor 2 Sering Diabaikan!

57 tahun lalu

Warning! 400 Ribu Anak Muda Indonesia Sakit Diabetes

57 tahun lalu

Mengejutkan! 1 Juta Lebih Peserta BPJS Kesehatan Terdiagnosis Hipertensi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal