"Karakteristik rumah sakit kami yang merupakan top reversal hospital di Indonesia, kami mempunyai kebutuhan darah yang cukup tinggi dibandingkan dengan rumah sakit lain," ucapnya.
"Selain untuk kebutuhan rutin pasien-pasien dengan kelainan darah seperti Thalasemia, Hemofilia, dan Leukemia, kami juga membutuhkan darah untuk korban kecelakaan lalu lintas dan pasien bedah yang memang rutin dikerjakan di RSCM," sambung dr Elida.
Sebelum melakukan pengambilan darah, para peserta donor melalui tahap pemeriksaan tekanan darah. Elida menyebut, tahap ini berguna untuk mengawal kualitas darah yang akan disumbangkan.
"Donor darah ini bisa dilakukan setiap orang yang usianya mulai dari 17 sampai 65 tahun asalkan dalam kondisi sehat. Oleh karena itu, sebelum melakukan donor, kami lakukan screening calon-calon donor untuk memastikan darah yang diambil berasal dari orang yang sehat," tuturnya.
"Kalau ditemukan masalah seperti infeksi, kami akan menghubungi peserta untuk ditindaklanjuti dari hasil yang kami ambil," lanjutnya.
Sementara itu, dr Elinda berharap kegiatan ini terus dilakukan tiap tahun. Sebab, darah merupakan kebutuhan penting bagi paramedis yang tak tergantikan.
"Kami mengimbau untuk teman-teman yang sehat agar mendonorkan darahnya secara rutin kepada UTD-UTD di Jakarta dan sekitarnya, sehingga kami tidak kekurangan darah untuk pasien," ungkapnya.