Berdasarkan data riset global, kondisi ini berkontribusi pada peningkatan mortalitas harian hingga sekitar 20 persen. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang dihadapi masyarakat perkotaan saat ini.
Tidak hanya itu, risiko rawat inap juga meningkat signifikan. Dokter Dicky menyebutkan bahwa kombinasi panas tinggi dan polusi, khususnya PM2.5, dapat meningkatkan angka rawat inap hingga lebih dari 25 persen.
"Ini bukan hanya soal ketidaknyamanan, tapi sudah berdampak langsung pada sistem kesehatan," jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa kondisi ini sering kali tidak disadari masyarakat sebagai ancaman serius. Padahal, dampaknya bisa sangat cepat dan luas.
"Karena terjadi bersamaan, masyarakat sering tidak menyadari bahwa risiko kesehatannya meningkat drastis," tambahnya.
Dengan kata lain, dr Dicky menegaskan bahwa kombinasi panas dan polusi harus menjadi perhatian utama dalam kebijakan kesehatan dan lingkungan.