Cuaca Panas Ekstrem dan Polusi Tingkatkan Risiko Kematian, Ini Penjelasan Dokter

Muhammad Sukardi
DKI Jakarta diserang panas ekstrem dan polusi udara. (Foto: Aldhi Chandra)

Berdasarkan data riset global, kondisi ini berkontribusi pada peningkatan mortalitas harian hingga sekitar 20 persen. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang dihadapi masyarakat perkotaan saat ini.

Tidak hanya itu, risiko rawat inap juga meningkat signifikan. Dokter Dicky menyebutkan bahwa kombinasi panas tinggi dan polusi, khususnya PM2.5, dapat meningkatkan angka rawat inap hingga lebih dari 25 persen.

"Ini bukan hanya soal ketidaknyamanan, tapi sudah berdampak langsung pada sistem kesehatan," jelasnya.

Ia juga menyoroti bahwa kondisi ini sering kali tidak disadari masyarakat sebagai ancaman serius. Padahal, dampaknya bisa sangat cepat dan luas.

"Karena terjadi bersamaan, masyarakat sering tidak menyadari bahwa risiko kesehatannya meningkat drastis," tambahnya.

Dengan kata lain, dr Dicky menegaskan bahwa kombinasi panas dan polusi harus menjadi perhatian utama dalam kebijakan kesehatan dan lingkungan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Nasional
5 jam lalu

Indonesia Diserang Suhu Panas Ekstrem, Waspada Double Environmental Burden!

Nasional
6 jam lalu

Suhu di Medan Tembus 40 Derajat Celcius Siang Ini, Terpanas se-Indonesia!

Nasional
1 hari lalu

DKI Jakarta Diserang Suhu Panas dan Kualitas Udara Buruk Hari Ini!

Health
3 hari lalu

Jabodetabek Diserang Suhu Panas! 4 Penyakit Ini Wajib Diwaspadai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal