Jika hubungan antara rekan kerja atau antara atasan dan bawahan sangat tegang dan konflik sering terjadi tanpa penyelesaian yang memadai, maka lingkungan kerja tersebut dapat dianggap toxic.
Kolaborasi dan kerjasama yang buruk dapat mengganggu produktivitas dan mempengaruhi kesejahteraan mental karyawan.
Lingkungan kerja toxic seringkali ditandai dengan beban kerja yang tidak realistis atau tidak seimbang.
Karyawan mungkin menghadapi tekanan yang konstan untuk mencapai target yang tidak realistis, atau mereka dapat mengalami kelebihan beban kerja yang dapat menyebabkan stres dan kelelahan.
Ketika karyawan tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari atasan atau rekan kerja, atau ketika kontribusi mereka tidak diakui atau dihargai, mereka dapat merasa tidak termotivasi dan kecewa. Kurangnya penghargaan dapat merusak motivasi dan kinerja karyawan.