Nah, dari droplet itu, ketika disentuh anak lain, lalu menggaruk hidung, virus bisa masuk dan mulai menginfeksi.
"Anak dengan campak itu umumnya akan disertai gejala batuk-pilek. Kalau anak-anak itu kan ketika dia batuk, dia meper di mana, lalu teman-temannya pegang hidung," jelas dr Kristian.
Karena itu juga, para ahli kesehatan selalu mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar melakukan isolasi mandiri jika terkonfirmasi campak. Sebab, penularan virusnya begitu agresif.
Selain isolasi mandiri, pemeriksaan ke dokter juga sangat dianjurkan. Hal ini untuk mempercepat proses pemulihan sekaligus mencegah keparahan penyakit akibat campak.
Ya, penyakit campak bisa menjadi sakit berat, seperti sesak napas akibat radang paru (pneumonia), kejang akibat radang otak (ensefalitis), dehidrasi akibat diare berat, kerusakan otak progresif seperti panensefalitis sklerosis subakut, hingga kematian.
Sangat disarankan bagi orang tua yang belum memberikan vaksin MR ke anaknya, agar sesegera mungkin memberikannya sesuai jadwal. Vaksin MR diberikan pada bayi berusia 9 bulan, 18 bulan, dan anak kelas 1 SD.