Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!

Muhammad Sukardi
Penyakit campak gampang menular ke orang lain. (Foto: Ilustrasi AI)

Nah, dari droplet itu, ketika disentuh anak lain, lalu menggaruk hidung, virus bisa masuk dan mulai menginfeksi. 

"Anak dengan campak itu umumnya akan disertai gejala batuk-pilek. Kalau anak-anak itu kan ketika dia batuk, dia meper di mana, lalu teman-temannya pegang hidung," jelas dr Kristian. 

Karena itu juga, para ahli kesehatan selalu mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar melakukan isolasi mandiri jika terkonfirmasi campak. Sebab, penularan virusnya begitu agresif. 

Selain isolasi mandiri, pemeriksaan ke dokter juga sangat dianjurkan. Hal ini untuk mempercepat proses pemulihan sekaligus mencegah keparahan penyakit akibat campak. 

Ya, penyakit campak bisa menjadi sakit berat, seperti sesak napas akibat radang paru (pneumonia), kejang akibat radang otak (ensefalitis), dehidrasi akibat diare berat, kerusakan otak progresif seperti panensefalitis sklerosis subakut, hingga kematian.

Sangat disarankan bagi orang tua yang belum memberikan vaksin MR ke anaknya, agar sesegera mungkin memberikannya sesuai jadwal. Vaksin MR diberikan pada bayi berusia 9 bulan, 18 bulan, dan anak kelas 1 SD.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Health
6 jam lalu

Campak Mewabah di Indonesia, 572 Kasus Terkonfirmasi!

Nasional
6 jam lalu

Sedih, 72 Anak Meninggal Dunia akibat Wabah Campak di Indonesia

Health
6 hari lalu

Waspada Campak, Kemenkes Catat 63.769 Suspek di 2025 dan 21 Kejadian Luar Biasa Awal 2026

Health
5 jam lalu

Gejala Campak yang Harus Diwaspadai, Ruam Merah di Belakang Telinga!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal