"Alhamdulillah 2025 buku ini jadinya bisa diterbitkan. Buku yang saya rancang, saya susun, saya tulis, karena menuntut proses belajar bahwa pulih itu butuh waktu. Pulih butuh proses, dan ternyata nggak apa-apa loh kalau kita melakukan kesalahan," ujarnya.
Berdasarkan pengalaman, Indah mengatakan untuk memiliki mental yang sehat, tidak masalah untuk bersikap tak peduli pada orang lain.
"It's okay kalau kita gagal, it's okay kalau kita gak bisa membahagiakan semua orang, it's okay kalau kita gak bisa bikin semua orang suka sama kita, it's okay kalau kita kurang ini-itu, it's okay kalau kita gak sebaik orang lain," katanya.
Indah menambahkan, "It's really okay to be ourselves. Jadi saya belajar di situ dan saya rasa kayaknya curang kalau cuma saya doang yang menerima pembelajaran ini."
Indah merasa apa yang telah dilaluinya, dirasakan juga oleh banyak orang. Oleh sebab itu, Indah berharap buku 'It's Okay' dapat menjadi penenang bagi mereka yang sedang mengalami masalah serupa.