Dokter mengingatkan kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat berkembang menjadi kaheksia, yakni penyusutan otot berat yang berkaitan dengan tingginya angka kematian pasien kanker.
Karena itu, pasien dianjurkan segera menjalani skrining nutrisi dan mendapatkan dukungan nutrisi sedini mungkin agar kondisi tubuh tetap terjaga selama pengobatan.
Lebih lanjut, dr Fiastuti menerangkan bahwa banyak pasien mengalami kesulitan makan akibat mual, muntah, gangguan menelan, hingga efek kemoterapi dan radioterapi.
Karena itu, dokter sering menyarankan oral nutrition supplement (ONS) atau suplemen nutrisi oral untuk membantu memenuhi kebutuhan energi dan protein pasien.
"Walaupun bahan dasarnya susu, itu bukan susu biasa. Dia adalah makanan pengganti dengan kandungan nutrisi yang sudah dirancang khusus," ujar dr Fiastuti.